alas kandang hamster

Alas kandang hamster dibutuhkan bagi setiap orang yang memelihara hamster. Hamster banyak diminati untuk jadi hewan peliharaan karena bentuknya yang lucu dan tidak ribet untuk mengurusnya.

Jenis dan Bahan Alas Kandang Hamster

Memiliki hamster artinya siap untuk memenuhi segala kebutuhan dari hamster, termasuk menggunakan alas kandang hamster. Alas kandang hamster berfungsi untuk menetralisir kotoran dan menghangatkan badan.

Alas kandang hamster yang baik adalah yang berfungsi maksimal bagi hamster, seperti tidak menimbulkan bau, nyaman, dapat menetralisir kotoran hamster dengan baik, tahan lama, serta tidak mudah menggumpal.

Ciri Alas yang baik juga memudahkan orang yang memelihara hamster untuk membuang kotoran dengan mudah, dan juga bahan yang digunakan murah serta mudah ditemukan.

1. Alas kandang sekam

Sekam adalah kulit padi yang terpisah pada saat proses penggilingan dan sering digunakan sebagai alas kandang. Selain digunakan untuk peternak ayam, sekam juga bagus dijadikan alas hamster.

Sekam sebagai alas kandang juga mudah dicari, harganya yang terjangkau, serta bentuknya yang ideal dan konsisten. Namun ketika kondisi basah, sekam mudah menggumpal dan daya serap air tidak terlalu bagus.

2. Alas kandang serbuk kayu

Alas kandang hamster yang populer digunakan adalah alas dengan bahan serbuk kayu. Serbuk kayu biasanya diperoleh dari limbah serbuk kayu dan harganya juga terjangkau, mulai dari Rp5.000-10.000,-

Namun jenis serbuk kayu untuk hamster tidak boleh sembarangan, sehingga pemilik hamster harus pintar-pintar memilih serbuk yang tepat untuk hamster. Biasanya hamster alergi dengan kayu jenis cedar dan pinus. 

Kayu jenis cedar memiliki kandungan plicatic acid yang terdapat phenol di dalamnya. Pohon cedar atau cemara tersebut biasanya dijadikan pengharum alami untuk ruangan, dan desinfektan, sehingga bahaya untuk hamster.

Sedangkan kayu dari pohon pinus memiliki kandungan asam abetic dan phenol yang tidak setinggi pohon cemara. Meski begitu, penggunaan kayu pohon pinus untuk hamster tetap perlu kehati-hatian dan kewaspadaan.

3. Alas kandang tisu atau kertas 

Alas kandang selain serbuk kayu dan sekam yang mudah diperoleh adalah kertas atau tisu. Selain mudah diperoleh, kertas juga dapat digunakan sebagai alas hamster yang baru melahirkan.

Alas hamster kertas biasanya digunakan ketika dalam keadaan darurat, dan disarankan menggunakan alas bahan lain jika ada. Namun, alas kandang kertas ini juga bagus untuk menyerap air dan mudah dibersihkan.

4. Alas kandang pasir zeolite

Alas kandang dengan pasir zeolite juga sering digunakan oleh orang yang memelihara hamster. Pasir zeolite sebagai alas dapat difungsikan sebagai penyerap air seni, menghaluskan bulu hamster, dan dapat digunakan berkali-kali.

Pasir zeolite juga merupakan pasir hamster yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Caranya dengan merendam pasir sampai kotoran mengembang di permukaan air, kemudian lakukan berulang kali hingga bersih.

Namun dalam penggunaannya, pasir zeolite tidak disarankan digunakan sepenuhnya untuk alas kandang, melainkan harus dicampur dengan bahan lain seperti serbuk kayu atau sekam.

Meskipun bagus untuk hamster, pasir zeolite tidak dapat menjadi sarang yang baik bagi hamster, terutama untuk hamster yang baru melahirkan. Pasir zeolite juga memiliki sifat menyerap panas, yang terkadang juga dibutuhkan oleh hamster.

Itulah beberapa macam jenis alas kandang hamster yang sering digunakan oleh orang-orang yang memeliharanya.

Dapat disimpulkan bahwa alas hamster yang paling bagus adalah alas pasir yang dicampur dengan sekam dan juga serbuk kayu.