
Alas kandang kambing dari kayu saat ini menjadi alas yang paling ramai dan sering dijumpai oleh peternak kambing. Selain karena mengikuti kandang yang terbuat dari kayu, alas kandang kayu juga memiliki beberapa keunggulan.
Alas Kandang Kambing dari Kayu
Sering kita jumpai kandang kambing panggung yang terbuat dari kayu dan dibentuk sesuai dengan jumlah kambing yang diternak. Selain kayu, kandang kambing juga ada yang terbuat dari bambu dan besi sebagai penyangga kandang.
Peternak Indonesia menggunakan kandang berbentuk panggung dengan berbagai tujuan, seperti agar kotoran langsung jatuh ke tanah melalui sela-sela alas dan mengurangi kotoran yang ada di dalam kandang.
Alas kandang yang digunakan biasanya menyesuaikan dari bentuk kandang. Kebanyakan kandang kambing dibuat menggunakan kayu, diikuti pula dengan alas kandang dari kayu.
Alas kandang kambing yang digunakan biasanya sudah diawetkan agar lebih tahan lama. Ukuran kayu untuk lantai kandang kambing biasanya dibuat dengan ukuran 5×7 cm.
Para peternak juga membuat alas kandang kambing dengan celah berukuran 1,5 hingga 2 cm dengan tujuan agar celah kotoran dan air seni kambing langsung jatuh ke tanah dan tidak menumpuk di kandang.
Jarak antara tanah atau lantai dengan alas kandang adalah sekitar 70 cm untuk menghindari apabila ada genangan air yang tinggi, sehingga tidak akan mengenai kandang kambing.
Permukaan dari alas atau lantai kandang harus datar, rata, dan kuat tanpa ada lengkungan-lengkungan alas. Lengkungan akan membuat paku yang menancap mudah terlepas dan kaki kambing akan mudah terperosok.
Alas Kandang Kambing Selain Kayu

Bahan dari dinding kandang biasanya ada yang menggunakan besi dan baja ringan sebagai rangka kandang. Namun, untuk alas kandang hanya sering ditemukan alas dengan bahan kayu atau bambu.
Alas kandang yang sering digunakan peternak adalah yang terbuat dari kayu. Biasanya kayu untuk kandang kambing adalah kayu kasia, mahoni, atau pinang yang kuat, lentur dan tidak mudah lapuk.
Alas kandang yang sering digunakan selain kayu adalah bambu. Alas kandang bambu mudah dibentuk dan empuk dibanding kayu. Selain itu, alas bambu akan lebih tahan lama dan kuat jika sering terkena benda cair, berbeda dengan kayu.
Buat kandang kambing dari bambu juga memiliki beberapa kekurangan. Kelengkungan bambu harus diperhatikan, jika tidak dibentuk dengan benar maka akan mudah melengkung ketika terinjak oleh kambing.
Bahannya yang lentur dan fleksibel membuat bambu tidak terlalu awet dan membuat kuku kambing menjadi rusak. Bilah bambu yang yang dibentuk rata biasanya terlalu tipis dan tidak kuat menopang berat kambing.
Keunggulan Alas Kandang Kambing dari Kayu
Alas kandang memiliki beberapa keuntungan dan keunggulan bagi peternak kambing. Harga dari alas kandang dari kayu cukup terjangkau dan murah, serta mudah ditemukan dimana-mana.
Alas kandang yang terbuat dari kayu juga tidak berisik ketika kambing menyeruduk dan berjalan di kandang. Hal ini menguntungkan bagi peternak yang menjaga kambing karena tidak terganggu oleh kambing.
Jika dibandingkan dengan bambu, alas kayu tidak susah dibentuk dan kuat jika terkena kuku kambing atau menopang berat badan kambing. Bahan kayu juga dapat dibuat lebih tebal dibanding bambu.
Itulah informasi mengenai alas kandang kambing dari kayu. Kayu sering digunakan peternak kambing sebagai bahan alas kandang karena harga yang terjangkau dan kuat, serta cukup tahan lama.