
Penggunaan bungkil sawit untuk pakan sapi sudah cukup populer untuk para peternak. Alasannya karena harganya yang relatif lebih murah dengan kandungan nutrisi yang cukup untuk memenuhi gizi sapi.
Asupan pakan ternak harus sangat petani perhatikan karena dapat mempengaruhi pemenuhan gizinya. Jika sapi tidak memiliki asupan gizi yang cukup akan menganggu pertumbuhan dan proses reproduksinya.
6 Langkah Penting Mengolah Bungkil Sawit untuk Pakan Sapi
Bungkil kelapa sawit merupakan inovasi makanan ternak yang terbuat dari limbah tanaman sawit yang terbuang. Sebelumnya, limbah-limbah ini tidak terpakai dan hanya mengotori lahan saja. padahal, 70% limbah dari tanaman ini bisa bermanfaat menjadi pakan ternak.
Bagian limbah ini yang menjadi bahan baku bungkil kelapa sawit adalah pelepah, daun, serta batangnya. Kaya dengan nutrisi, namun sebelum Anda berikan pada sapi perhatikan enam langkah penting pengolahan bungkil sawit untuk pakan sapi.

- Proses pencacahan
Pencacahan adalah proses pemecahan bagian pelepah serta daunnya menjadi potongan-potongan yang kecil. Proses ini sangat penting agar mempermudah proses fermentasi serta peletisasi nanti.
- Menambahkan amoniasi
Amoniasi sangat berguna untuk meningkatkan kualitas nutrisi pada bungkil kelapa sawit yang akan terfermentasi. Amoniasi mengandung protein yang baik untuk bisa memperbaiki kandungan asam amino pada bungkil kelapa sawit untuk makanan ternak.
- Menambahkan milases
Molases adalah sumber energi yang mengandung gula yang kaya. Molases dapat Anda tambahkan agar bisa meningkatkan keberagaman nutrisi. Hal ini juga membuat daya serap nutrisi terhadap mikroorganisme pada sistem pencernaan sapi dapat meningkat.
- Menambahkan alkali (NaOH)
Menambahkan natrium hidroksida (NaOH) pada bungkil sawit untuk pakan sapi yang akan terfermentasi juga sangat penting. Alkali atau NaOH akan berguna untuk meningkatkan daya cerna bahan kering pelepah.
Selain itu melalui proses alkalisasi juga akan meningkatkan nutrisi agar bisa mengurangi kadar serat kasar.
- Proses Silase
Proses silase ini akan melibatkan proses fermentasi anerobik pada bahan pakan, melalui proses ini bahan pakan akan berkurang kadar antinutrisinya serta meningkatkan kecernaan.
- Peletisasi
Proses peletisasi pada bahan bungkil kelapa sawit akan melibatkan pemadatan bahan pakan menjadi bentuk pelet. Dengan bentuk pelet seperti ini akan memudahkan Anda dalam menyimpan dan pemberian pakannya.
Tenang saja pakan yang sudah melalui proses ini tidak akan berkurang kualitas daya serap nutrisinya.
Cara Memberikan Bungkil Sawit untuk Pakan Sapi
Bungkil sawit sudah bisa Anda berikan untuk sapi berumur 0-4 bulan, namun perhatikan porsi yang Anda berikan. Bayi berumur 0-4 bulan sebenarnya masih mengonsumsi air susu induknya, sedangkan bungkil kelapa sawit berfungsi sebagai pemenuhan kadar protein.
Biasanya sapi akan mendapatkan 1-2 kg pakan konsentrat per hari, terdiri dari ½ bagian bungkil kelapa sawit, sisanya tepung kacang tanah, serta tepung jagung. Semuanya diberikan dalam keadaan kering atau dilayukan terlebih dahulu.
Sedangkan untuk sapi yang sudah disapih, Anda bisa memberikan pakannya dengan susunan konsentrat bungkil sawit untuk pakan sapi sebanyak 26%, sisanya terdiri dari bungkil kedelai, dedek halus dan ampas tapioka masing-masing 25%.
Untuk pakan sapi dewasa atau berada di masa produksi, pemberian pakannya sangat penting karena akan mempengaruhi pada produksi susu, pertumbuhan dan reproduksinya. Anda bisa memberikan 30 % bungkil kelapa agar sapinya gemuk maksimal dan sehat.
Pemberian pakan ini harus sesuai dengan dosisnya masing-masing, tidak berlebihan atau kekurangan. Penggunaan bungkil sawit untuk pakan sapi bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi tanpa perlu pusing memikirkan biayanya.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai bungkil sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://alaskandang.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 (Mala) untuk terhubung langsung dengan tim kami.